True Love

4 07 2009

True Love


“True love cannot be found where it does not exist nor can it be hidden where it truly does.”
“This is true love. Do you think this happens everyday?”
Westly “Princess Bride”
“A memory of true love is like a favorite song; no matter how many times it plays again, you never get tired of it.”
“True love is knowing a person’s faults, and loving them even more for them.”
“True love is when you’re still dancing, long after the music has stopped.”
“True love is like ghosts, which everyone talks about but few have seen.”
Francois de La Rouchfoucauld
“Once you find Your true love,your heart will know it because it will always leave a feeling inside of you that never goes away.”
“I never felt true love until I was with you, and I never felt true sadness until you left me.”
“True love only comes once in a life time, so take it as it goes and enjoy every bit of it while it is still burning strong.”
. “Only a person who has not felt true love can move on in life saying ‘There are lots of other fish in the sea.’”
“A person can be in love with someone forever till the end of time. But if that person doesn’t tell or show the feelings of love, it will be just another person living in a dream, lost of true love.”
“True love will be remembered by all, yet not all will know of true love.”
“The heart and the soul must bind together to make true love.”
“In life, there are many roads, and there is one known as love. When you come to the end of this road, you have found true love.”
“True love is when you have to watch a friend leave, with the knowledge that you might never see him again. But you know he’ll be in your mind and heart forever…”
“So many times I thought I would never find someone to love me the way I needed to be loved. Then you came into my life and showed me what true love really is!”
“Love is like a hunger, a food that is always needed, true love will fill the soul!”
“With true love comes no doubts, no jealousy, and no worries.”
“Love is like a photo negative.. it needs darkness to develop.”
“If their smile warms your heart, embrace eases you, and kiss distills all wrong done to man, then you know that you have found true love.”
“True love can not be expressed in words or deeds, only in time can you show true love.”
“Love is one, not one in a million, not one of a kind. When you find true love with someone, there’s only one. Love is one.”
“True love is not for a second, but for eternity.”
“True love is the grandest form of unity.”
“True love should be lived like an unperfect circle that has its bumps but never ends.”
“True love is not something that comes everyday, Follow your heart, it knows the right answer.”
“True love is the absence of fear.”
1 John 4:18
“It may take a lifetime to find true love, but when you do, you will have an eternity to share it.”
“If you never had a broken heart, you have not yet experienced true love.”
“True love can never be too strong or too dull, it can only be just right.”
“Nothing compares with the finding of true love, because once you do your heart is complete.”
“Some people say that when you are in love, you must always hold hands. But when it’s true love, you don’t need to because you just know that the other hand will always be there.”
“True love comes quietly without banners or flashing lights. If you hear bells, get your ears checked.”
“Never have I been so surrendering to a feeling….I must admit this is sweet surrender… this is true love.”
“Take away the trials, take away the pain, take away the sorrow, take away the pain, take away the emptiness, take away the sorrow and you will find true love.”
“True love is when you love a person more than you love yourself.”
“True love is when you love a person with no particular reason.”
“Love is running into your one true love after 20 years and it feels like only yesterday you were in his arms.”
“Is it fair to expect a child to recognize their true love when they come face to face with them? That would be wisdom indeed.”
“Go ahead and say it-I love you- you can say it a thousand times. But true love doesn’t need to be told.”
“Death can not stop true love, it can only delay it for a little while.”
The Princess Bride
“If love is so important to have that one doesn’t want to lose it, why is it when we find true love we often don’t notice it?”
“True love can only be exprseed when both partners love each other.”
“True love is the strongest emotion that cannot be broken.”
“True love is like a rainbow in the sky who always have different colors.”
“True love is unconditional and everlasting, it is established over time and validated with memories of the past.”
“The true love is only in the mind… never to be real unless it flows in the heart.”
“If you really love someone, you’re willing to let go even if it hurts so bad. And when he/she comes back to you, that’s TRUE LOVE.”
“If love is so important to have that one doesn’t want to lose it, why is it when we find true love we often don’t notice it?”
“If you truly love her, if you ever break-up, your heart will always go on. That is true love.”
“Countless words, nor countless actions could ever define my feelings for you. True love defies definition.”
“If loves divine, true love you are. If love art mine, then mine you are.”
“Love is like a sweet flower, true love is a sweet rose…”
“True love comes but once. Grab it while you can, for when it will never pass again.”
“True love is something you feel deep inside, a feeling that you find impossible to hide.”
“A true friend is a true love.”
“True love endures, if it does not, then it was never true.”
“No matter how hard things seem, true love will aide you through it.”
“True love is a high and holy principle, altogether different in character from that love which is awakened by impulse and which suddenly dies when severely tested.”
Ellen G. White
“True Love, like many things, can only be seen in the eyes of the beholder. It cannot be jealous, proud, or anxious; it is what is found in the depths of your heart, and longs only for one who’s heart longs for the same things as your own.”
“True love is out there and it looks for no one. So go get it.”
“The course of true love never did run smooth.”
Shakespeare





Persahabatan Sejati

4 07 2009

PERSAHABATAN SEJATI

Apapun definisinya, persahabatan sejati selalu didasari pada rasa saling percaya, rasa saling menghormati, saling mendukung dan menerima perbedaan tanpa kepentingan pribadi. Jangan sia-siakan persahabatan yang dimiliki.

Persahabatan bukan saja masalah dengan siapa kita akan menghabiskan waktu. Tapi ini lebih pada sebuah kebutuhan jiwa. Bahkan perasaan cintapun tak akan muncul tanpa didasari persahabatan. Helen Keller pernah mengucapkan, “lebih baik berjalan dalam gelap bersama seorang sahabat daripada berjalan dalam terang sendirian”

Jangan pernah sepelekan sahabat. Karena temanlah satu saat kita bisa berjaya, dan karena teman pula satu saat kita bisa jatuh. Sahabat atau teman sejati, kata seorang teman adalah mereka dari siapa kita bisa percaya meminjam dan dipinjami uang. Sahabat, kata teman lain, adalah kepada siapa kita bisa menceritakan diri kita yang sesungguhnya. Sahabat adalah tempat curhat, alias curahan hati, tempat kita bisa merasa aman menampilkan “wajah” kita tanpa harus bertopeng. Pun tempat kita bisa merasakan perbedaan tidak menjadi masalah.

Apapun definisinya, persahabatan sejati harus selalu didasari pada rasa saling percaya, saling menghormati, saling mendukung dan penerimaan atas perbedaan dan tanpa kepentingan pribadi. Ada orang begitu pandai bergaul hingga seolah-olah ia memiliki sahabat dimanapun dia berpijak. Tapi nyatanya tak semua orang beruntung. Tak semua orang dengan mudah bisa menjalin persahabatan sejati hingga waktu lama. Sebenarnya mereka ini bukanlah orang yang gagal, karena masih sangat mungkin untuk mencoba lagi. Mungkin mereka hanya terlambat untuk belajar bahwa persahabatan bukanlahlah jual beli. Ketika kepentingan selesai, selesai juga persahabatan.

Dari situs friendship.com tertulis bahwa untuk menemukan sahabat sejati Anda membutuhkan waktu untuk mengujinya. Sadarilah bahwa sahabat karib tidak harus memiliki kesamaan dalam segala hal. Memang dalam beberapa hal Anda membutuhkan persamaan. Misalnya dalam hal minat buku, musik atau film.

Tetapi perbedaan dalam persahabatan sesungguhnya adalah anugerah. Dengan perbedaan Anda akan dapat meluaskan dunia Anda. Untuk itu, jagalah diri Anda dari keinginan untuk menghakimi apapun pilihan teman Anda.

Menjadi teman yang baik juga mesti adu argumentasi sesekali. Sepasang sahabat tak harus terus menerus setuju akan hal yang sama. Meski tak semua orang menyukai kondisi ini, berdasarkan penelitian, adu argumentasi ternyata bisa menyehatkan. Selain bisa menggali pribadi teman Anda, lewat adu argumentasi Anda bisa menambah wawasan dan belajar tentang kesabaran.

Anda harus merasa nyaman berada di sekitar orang yang anda sebut sahabat. Karena tak jarang kita mendengar komentar seperti ini, “Aduh, aku sebenarnya tak suka dengan olok-oloknya tentang aku. Habis bagaimana lagi, dia kan sahabatku sejak SD”. Tapi benarkah ini yang disebut sebagai sahabat ?

Seorang teman akan mencintai tanpa syarat. Sesekali mungkin seorang sahabat akan marah. Tapi bukankah kemarahan adalah kondisi psikologis wajar. Seorang sahabat biasanya akan segera melupakan kemarahannya dan memaafkan sesegera mungkin Anda menyadari kesalahan yang terjadi. Jika saat ini Anda sedang marah pada sahabat Anda, ingatlah hal ini. Jangan sampai kemarahan Anda menghapuskan segala kesenangan yang biasanya Anda lalui bersama.

Anda percaya cinta pada pandangan pertama ? Sebenarnya hal ini juga terjadi pada persahabatan. Kita mungkin masih ingat saat kita baru bertemu dengan seseorang.

Perkenalan berjalan biasa saja. Lalu tanpa kita sadari kita terlibat dalam pembicaraan seru dengannya. Lucunya kadang kita merasa topik yang kita bicarakan seolah cuma kita yang tahu. Seolah tak seorangpun di dunia ini yang mengerti apa yang kita bicarakan. Setelah waktu 3 jam percakapan yang “heboh”, Anda harus berpisah. Anda kemudian saling bertukar nomer telepon, dan tak sabar untuk berbincang lagi dengannya. Nah, anda baru saja memulai persahabatan lewat pandangan pertama.





Love Starts With a Smile

4 07 2009

Love starts with a smile, grows with a kiss, and ends with a tear.

Don’t cry over anyone who won’t cry over you.
If love isn’t a game, why are there so many players?
Good friends are hard to find, harder to leave, and impossible to forget.
You can only go as far as you push!
Actions speak louder than words.
The hardest thing to do is watch the one you love, love somebody else.
Don’t let the past hold you back, you’re missing the good stuff.
Life’s short. If you don’t look around once in a while you might miss it.
A best friend is like a four leaf clover, hard to find and lucky to have.
Some people make the world special by just being in it.
Best friends are the siblings God forgot to give us.
When it hurts to look back, and you’re scared to look ahead, you can look
beside you and your best friend will be there.
True friendship never ends.
Friends are forever.

Good friends are like stars….you don’t always see them, but you know
they are always there.
Don’t frown, you never know who is falling in love with your smile.

What do you do when the only person who can make you stop crying is the
person who made you cry?

Nobody is perfect until you fall in love with them.
Everything is okay in the end. If it’s not okay, then it’s not the end.
Most people walk in and out of your life, but only friends leave
footprints in your heart.

Send this on to everyone special in your life, even the people who really
make you mad sometimes. Remember, every minute spent angry is sixty
seconds of happiness wasted.





Ikhlas dan Niat

4 07 2009

Ikhlas dan Niat


Allah berfirman :
( Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan ) Huud : 15-16
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya segala pekerjaan itu ( diterima atau tidaknya di sisi Allah )hanyalah tergantung niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang diniatkannya, maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau seorang wanita yang akan dia menikah dengannya, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan. HR. Muttafaq ‘alaih.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya orang yang pertama kali diputuskan perkaranya di hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid di jalan Allah, maka dia didatangkan, dan diperlihatkan kepadanya segala nikmat yang telah diberikan kepadanya di dunia, lalu ia mengenalinya, maka Allah berkata kepadanya : apa yang telah kamu lakukan dengan nikmat ini ? maka orang itu menjawab : aku berperang di jalan-Mu sampai mati syahid, maka Allah berkata : kamu berdusta, akan tetapi kamu berperang agar dikatakan bahwa kamu adalah seorang pemberani, dan yang sedemikian itu telah diucapkan ( kamu telak dipuji-puji dst sebagai imbalan apa yang telah kamu niatkan.pent. ) maka diperintahkan supaya dia diseret di atas mukanya sampai dilemparkan di api neraka, dan seseorang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya, dan menghapal al-Qur’an, lalu dia didatangkan dan diperkenalkan kepadanya segala nikmat yang telah dikaruniakan kepadanya di dunia, maka diapun mengenalinya, maka dikatakan kepadanya : apa yang telah kamu lakukan dengan nikmat ini ? maka dia menjawab : aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain, dan membaca al-Qur’an untuk-Mu. Maka Allah berkata : kamu berdusta, akan tetapi kamu belajar dengan tujuan agar engkau dibilang seorang alim, dan engkau membaca/menghapal al-Qur’an supaya dibilang engkau seorang penghapal/pembaca al-Qur’an yang baik, dan semua itu sudah dikatakan ( kamu telah mendapat pujian yang kamu harapkan sebagai imbalan niatmu ) lalu diperintahkan agar dia diseret di atas mukanya sehingga dia dilemparkan ke api neraka, dan seseorang yang Allah berikan kepadanya keluasan rizki dan diberikan kepadanya segala macam harta, lalu dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya segala nikmat yang telah diberikan kepadanya dan dia mengenalinya, maka Allah berkata kepadanya : apa yang kamu kerjakan dengan nikmat ini ? maka dia menjawab : tidak ada suatu jalan yang Engkau suka harta yang telah Engkau berikan agar dibelanjakan padanya kecuali aku telah membelanjakan harta itu di jalan tersebut karena
Engkau, maka Allah berkata : Kamu berdusta, akan tetapi kamu melakukan itu agar dibilang bahwa kamu adalah seorang dermawan dan yang sedemikian itu telah dikatakan ( kamu telah mendapat pujian tersebut di dunia sebagai imbalan dari niatmu itu ), lalu diperintahkan agar dia diseret di atas mukanya sehingga dia dilemparkan ke api neraka. HR.Muslim





Kiat Menuju Hati yang Damai

4 07 2009

Bagaimana Kiat Menuju Hati Yang Damai

(Oleh KH Abdullah Gymnastiar)

Assalamuálaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Aa yang saya hormati. Selama hidup saya tidak pernah merasakan kedamaian hati. Hati saya selalu kering, hidup saya seakan tanpa arah dan tujuan. Yang ingin saya tanyakan bagaimana kiat-kiat aagar hati saya senantiasa damai dan tentram. resni@….com

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jawaban:

Akhwat yang baik, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan supaya hati anda merasa damai dan tidak kering, diantaranya adalah.

- Hindari dosa-dosa kecil, semakin kita menumpuk dosa kecil, semakin banyak dosa yang harus kita tanggung, seperti pepatah sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Dan jangan pernah anda sepelekan dosa kecil tersebut. Karena semakin anda sepelekan dosa kecil anda, semakin kotorlah hati anda.

- Carilah ilmu-ilmu agama, dengan cara mengunjungi majelis-majelis ta’lim atau banyak membaca ilmu-ilmu tentang agama, dengan cara seperti itu, sedikit demi sedikit anda akan bertambah ilmu agama yang akan membersihkan hati anda. —–’-*Usahakan banyak sujud, apalagi dimalam hari. Intinya banyaklah shalat tahajud, dan selalu meminta kepada Allah untuk ketentaraman dan kedamaian hati anda. Insya Allah, Allah akan mengabulkan setiap permintaan.

- Perbanyak membaca Al-Qur’an, dengan banyak membaca Al-Qur’an anda akan semakin dekat dengan Allah, dan merasa anda sedang berdialog dengan Alah, disitulah ketentraman dan kedamaian hati timbul.

- Perbanyak dzikir kepada Allah, dengan seperti itu hati anda akan selalu terjaga dari hal-hal yang akan membuat hati anda kotor. Dan Insya Allah hati anda akan merasa tentram dan damai.

Kepada Akhwat, Aa selalu doakan supaya anda bisa melaksanakan kiat-kiat yang Aa sebutkan diatas. Dengan itu hati anda akan selalu merasa tentram dan damai.





Menjadi Orang yang Lebih Kreatif

4 07 2009

Menjadi Orang yang Lebih Kreatif

Kalimat diatas adalah kalimat yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita dan bahkan sudah akrab didalam komunikasi kita sehari-hari. Ungkapan tersebut mengandung makna-makna yang harus dimiliki setiap orang baik dalam bekerja, belajar, bermain dan bahkan berdakwah juga membutuhkan kekreatifan dan keinovatifan yang perlu kita ekspresikan, karena “setiap karya lahir dari sebuah ide”, ide-ide yang kreatif dan inovatif akan membantu dan melancarkan misi dakwah yang akan kita sampaikan dan tidak mudah bosan orang yang menerima dakwah itu. Tema ini sengaja dipilih, terutama karena dakwah kita saat ini semakin menghadapi tantangan kreativitas. Para kader-kader dan da’i-da’i dari lembaga atau organisasi-organisasi tidak hanya dinantikan kiprahnya di sekolah-sekolah, kampus dan majelis ta’lim, tetapi juga oleh para pedagang, nelayan, kaum tani, remaja, pembantu rumah tangga, para pengangguran, dsb.
Diantara masalah yang sering dihadapi dilapangan adalah kekakuan dalam pelaksanaan program dakwah. Tak jarang, pola pendekatan dikampus misalnya diterapkan persis juga dengan dikalangan ibu rumah tangga. Akibatnya, banyak diantara ibu merasa “nggak nyambung” dengan dakwah yang telah kita berikan kepada mereka.
Be Creative! Inilah satu hal yang harus dikembangkan para kader saat ini. Jadilah orang yang kreatif, yang mampu melahirkan hal-hal yang unik, berbeda, indah, baru, efisien, orisinal, tepat sasaran dan tepat guna. Jangan takut menjadi orang yang kreatif, karena dakwah ini pun sarat dengan kreatifitas diatas kebenaran manhaj. Bagaimana cara menumbuhkan dan memelihara jiwa kreatif? Ada berbagai aspek yang harus diperhatikan.
Aspek Emosional : Kemampuan berpikir seringkali didorong oleh aspek emosi. Orang yang kreatif hendaknya antara lain memiliki :
1. Hasrat untuk mengubah kedaan di sekelilingnya menjadi lebih baik.
2. Kepekaan, terbuka dan tanggap tehadap segala sesuatu.
3. Minat dan rasa ingin tahu, untuk menggali lebih dalam dari yang tampak di permukaan.
4. Optimisme dan rasa tidak pernah puas dengan apa yang telah dicapai.
5. Rasa tertantang oleh kemajuan dan tertarik pada situasi dan masalah yang rumit.

Aspek Intelektual, Dari sisi intelektual, orang yang kreatif biasanya karektristik sebagai berikut :
1. Berpikir lancar, luwes dan orisinal, mengajukan pertanyaan, pandangan dan gagasan.
2. Berpikir kritis dan imajinatif membayangkan hal yang belum pernah terjadi
3. Melakukan analisis dan sintesis, menghubungkan berbagai aspek informasi hasil analisis dan membuahkan pemecahan masalah.

4. Karena itu, cobalah untuk melakukan dan mengikuti hal-hal berikut, agar kita menjadi orang yang lebih kreatif dan inovatif :
5. Belajarlah untuk menjadi inovator yang baik, dengan cara banyak membaca, selalu mencari dan mengaplikasikan ide. Bekali diri dengan ilmu dan wawasan yang kita butuhkan dalam berdakwah.
6. Ubahlah kebiasaan dan citar diri, jadilah orang yang progresif, mengembangkan banyak ide baru dan motivasi. Tuangkan ide dalam tulisan. Jika biasanya kita menggunakan metode ceramah dalam berdakwah, gantilah sekali-kali dengan metode diskusi, permainan, dsb.
7. Terimalah perubahan dan tantangan suatu masalah dengan tangan terbuka. Jadilah orang yang berpikiran terbuka dan fleksibel. Keberagaman objek dakwah pun berdampak pada keberagaman sikap penerimaan terhadap dakwah. Tidak semua orang mau menerima nilai dari setiap dakwah yang kita berikan dengan begitu saja. Tak jarang kita akan menghadapi permintaan-permintaan yang sulit atau bahkan tidak mungkin terpenuhi, tetapi kita harus menjelaskanya dengan secara hikmah.
8. Terapkan ide baru dalam setiap sudut kehidupan. Misalnya, jalan lain apa yang bisa dilakukan, kembangkan sifat humor secara sehat serta peka terhadap setiap kesempatan yang baik. Manfaatkan setiap sisi kebaikan yang ada pada setiap manusia, bantulah ia mengembangkanya.
9. Carilah motivasi-motivasi diri untuk berkarya dan berkreatifitas dari setiap waktu, baik dari sisi kebaikan maupun keburukan yang pernah kita temui, karena dari setiap perbuatan yang telah kita lakukan ataupun kita lihat, pasti akan ada hikma yang terkandung didalamnya. Catatlah dari setiap motivasi-motivasi yang telah kita dapatkan, agar dapat mangingatkan kita untuk melakukanya.
10. Didiklah diri sendiri tentang inovasi, perubahan dan kretivitas. Jangan pernah berhenti untuk belajar.
11. Milikilah selalu rasa ingin tahu dan jadilah pengamat. Kenalilah akar permasalahan, temukan faktor yang menjadi kunci utama. Latihlah pikiran kita untuk selalu berputar.
12. Bertanyalah selalu mengapa, kenapa, apa, dimana, yang mana, kapan, bagaimana, siapa, apabila dan sebab. Refleksikan terhadap setiap aspek masalah dan jangan terlalu cepat berprasangka terhadap ide. Hargailah setiap ide, baik dari orang lain maupun diri sendiri.
13. Kembangkan daya berpikir reflektif dan kemampuan berpikir. Meloncatlah kesana kemari diantara daya nalar, kritis, khayalan dan berpikir melantur.
14. Bangunlah dasar pengetahuan dan intuisi melalui kegiatan membaca.Saran-saran diatas tidak dapat dan tidak akan berguna jika kita tidak mencobanya. Jadi, tunggu apalagi? Mulailah berbuat, berbuat dan berbuat dari sekarang juga. Awali langkah dengan membuka cakrawala ilmu sebagai sumber ide melalui membaca. Pelajari kehidupan orang-orang yang kreatif. Perbanyak pengalaman berdakwah, baik dengan “magang” pada orang-orang yang telah banyak pengalamannya atau ikut lembaga-lembaga dakwah dengan cara mendaftarkan diri untuk menjadi calon da’I atau kader lembaga tersebut. Tingkatkan semangat berjuang untuk ummat dan berjiwa sosial tinggi. Beranikan diri untuk menerima tantangan dakwah yang baru. Semoga amal yang akan dan telah kita transfer kepada orang lain bermanfaat bagi ummat dan janganlah kita mengharapkan sesuatupun yang telah kita dakwahkan kecuali Ridho Allah Swt, karena dengan keikhlasan dan Ridho-Nya Illahi, Insya Allah kita akan diberi keselamatan di dunia maupun di akhirat nanti. Amiin.





Kekuatan Dalam Ketenangan

4 07 2009

Kekuatan dalam Ketenangan

Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia
kehendaki dan memberi petunjuk orang-orang yang taubat
kepada-Nya. Yaitu orang-orang yang beriman dan hati
mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah.
Sadarilah hanya dengan mengingat Allah hati akan
tenang. (Ar-Ra”2728).

Ayat di atas dipetik dari surat Ar-Ra’d yang berarti
guruh. Disebut surat Ar-Ra’d karena ada bagian yang
menyinggung tentang guruh, yakni pada ayat ke-13 yang
berbunyi, Dan guruh itu bertasbih sambil memuji Allah.
Ayat ini memberi pelajaran kepada manusia bahwa guruh
pun bertasbih, apalagi semestinya manusia.

Sedangkan ayat ke-27 dan 28 yang tertera di atas
menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) akan
memberi petunjuk dan bimbingan kepada orang-orang yang
bertaubat kepada-Nya. Artinya, orang-orang yang sadar
lalu kembali ke jalan Allah; orang-orang yang telah
menyesali perbuatan-perbuatan tercela yang pernah
dilakukannya.

Dijelaskan dalam ayat ke-28 bahwa, Yaitu orang-orang
yang beriman. Artinya, dengan bertaubat itu berarti
kembali memasuki kancah keberimanan atau kembali
melakukan kewajiban-kewajiban sebagai orang beriman.
Hal tersebut dibuktikan dengan banyak mengingat Allah
sehingga tidak mudah lagi terpeleset dari jalan
petunjuk. Dalam keadaan demikian itu, jiwanya menjadi
tenang dan tenteram, karena memang ada jaminan dalam
lanjutan ayat itu bahwa, Dengan banyak mengingat
Allah hati akan tenteram.

Orang yang telah melalui proses ini–yaitu menyongsong
gerbang taubat dan memasuki istana iman–lalu
memanfaatkan kondisi tersebut untuk selalu mengingat
Allah, maka itulah orang yang telah mendapat
kebahagiaan yang tiada bandingannya. Apalagi dalam
kondisi seperti sekarang ini, ketenangan jiwa sungguh
sangat mahal harganya. Bukankah di sekitar kita
sekarang penuh dengan hal-hal yang memproduksi
kegelisahan, kecemasan, keputusasaan, keraguan, duka
cita, dan lain sebagainya? Kalau kita tidak memiliki
ketenangan jiwa, tidak memiliki pegangan kuat, dan
tidak mempunyai pandangan, niscaya mudah
terombang-ambing.

Ketenangan jiwa membuat orang dapat hidup tenang.
Inilah yang sangat diperlukan pada situasi seperti
sekarang, di tengah-tengah gelombang kehidupan yang
serba tidak menentu. Apalagi bagi seorang pemimpin
yang bercita-cita mewujudkan kecerah-ceriaan masa
depan bagi negeri yang sedang terpuruk ini. Hanya
orang yang memiliki ketenangan jiwa yang dibalut oleh
iman dan dzikrullah yang dapat berpikir tenang;
berpandangan jitu, dan mampu membuat program yang
mengenai sasaran untuk kepentingan manusia dan
kemanusiaan.

Sekarang ini kita bukannya miskin manusia intelek,
tetapi ibu-ibu di negeri ini tidak subur rahimnya
untuk melahirkan insan-insan yang memiliki jiwa dan
pikiran tenang. Yaitu insan yang tidak terkontaminasi
dengan virus kegelisahan, kecemasan, keputusasaan, dan
keraguan.

Hendaknya secuil ketenangan jiwa yang telah kita
peroleh bisa senantiasa dipelihara, kita pupuk dengan
shalat, shiyam, baik yang fardhu atau yang sunnah,
infaq, dzikir, dan tadabbur (telaah) Al-Qur’an. Insya
Allah semua itu akan menghidupkan hati, menenangkan
jiwa, membuka pikiran, dan meluruskan langkah. Lebih
jauh dari itu, akan mengantar kita agar dapat
terhindar dari kesulitan di akhirat, yang sekaligus
akan mempermudah kita dalam urusan dunia ini.

Sekarang ini kita tidak mengharapkan lahirnya pakar
manajemen yang telah menghabiskan separoh umurnya
belajar dari satu negara ke negara yang lain, namun
kering dari nilai-nilai wahyu. Tapi yang diharapkan
adalah yang tercerahkan dengan wahyu dan kaya dengan
bahan perbandingan.

Kita bisa belajar dari sejarah. Kaisar Romawi,
Heraclius, beberapa saat setelah pasukannya dipukul
mundur oleh tentara Muslim, dia bertanya kepada
pembesar-pembesarnya, Kabarkanlah kepadaku tentang
kaum Muslimin yang memerangi kalian itu. Bukankah
mereka juga manusia seperti kalian?

Pembesarnya menjawab, Benar.

Kaisar bertanya lagi, Lalu mana yang lebih banyak
jumlahnya, kalian atau mereka?

Para pembesar menjawab, Jumlah kami lebih banyak.

Kaisar melanjutkan pertanyaannya, Kenapa kalian bisa
kalah?

Seorang tua di kalangan pembesar menjawab, Karena
tentara Islam shalat di malam hari dan berpuasa di
siang hari, mereka menepati janji, melaksanakan amar
ma’ruf dan nahi munkar, saling membagi, tidak saling
mementingkan diri. Yang menyebabkan kita kalah karena
kita gemar minum khamr, berzina, suka melakukan yang
haram, terbiasa melanggar janji, mudah marah, berbuat
zhalim, memerintah dengan kekerasan, mencegah dari hal
yang diridhai Allah, dan kita banyak berbuat kerusakan
di muka bumi ini.

Kaisar Heraclius berkata, Lewat keteranganmu ini
membuat aku yakin bahwa kita memang pantas dikalahkan
oleh mereka, dan mereka akan merebut dan menguasai
tempat berpijak kedua telapak kakiku ini.

Kita dapat melihat bahwa kemenangan yang dicapai ummat
Islam bukan hanya dengan mengandalkan persenjataan
yang lengkap dan jumlah personil yang banyak, tapi
terletak pada ketaatan dan kepatuhan berpegang teguh
pada ajaran yang dianutnya. Dalam kondisi genting pun
tetap menjaga moral dan mematuhi norma-norma yang
telah digariskan untuknya. Mereka memiliki ketenangan
jiwa dan pikiran jernih, baik panglima perangnya
ataupun perajurit-prajuritnya. Mereka mampu menahan
diri melihat lawannya berpesta khamar dan melampiaskan
nafsu seksnya. Kaum Muslimin sadar bahwa dalam
ketenangan dan pengendalian dirilah terletak potensi
maha raksasa untuk mencapai kemenangan. Wallahu
alam.* (Manshur Salbu/Hidayatullah)





Hidayah

4 07 2009

–Ibnul Qayyim al-Jauziyyah–

Setiap hamba selalu membutuhkan hidayah pada setiap waktu dan kesempatan, dalam setiap perkara yang hendak dikerjakan atau ditinggalkannya. Tiap-tiap hamba tak akan lepas dari salah satu kondisi berikut:

Pertama:
Kondisi yang berbagai amalan yang ia lakukan tidak sebagaimana mestinya, lantaran jahalah (ketidaktahuannya). Dalam kondisi yang demikian, ia membutuhkan hidayah dari Allah, berupa terbukanya pintu ilmu.

Kedua:
Kondisi ia telah mengenal hidayah, namun ia melakukan hal-hal yang tidak sebagaimana mestinya dengan sengaja. Ia membutuhkan hidayah untuk dapat bertaubat.

Ketiga:
Keadaan dimana ia tidak mengenal hidayah secara ilmiyah maupun amaliyah. Sehingga ia butuh hidayah, baik berupa ilmu pengetahuan maupun keinginan untuk mendapatkan dan mengamalkannya.

Keempat:
Kondisi yang ia telah mendapatkan hidayah namun hanya mampu mengamalkan sebagian dari satu amalan menurut petunjuk, sementara sebagian yang lain tidak. Orang ini membutuhkan hidayah untuk dapat melakukannya secara sempurna.

Kelima:
Kadangkala seorang mampu melakukan sesuatu amalan menurut bingkai dasarnya, namun belum mampu mengamalkannya secara rinci. Orang tersebut membutuhkan hidayah yang bisa membimbingnya untuk mengamalkan secara rinci.

Keenam:
Kadangkala seseorang telah mendapat suatu hidayah, namun ia masih membutuhkan hidayah lain dalam penerapannya. Karena hidayah menuju satu jalan berbeda dengan hidayah dalam meniti jalan tersebut. Bisa kita contohkan, seperti seseorang yang telah mengenal jalan menuju suatu negeri anu, yaitu melalui jalan ini dan itu. Namun ia tak mampu menempuhnya dengan baik. Karena untuk menempuhnya dibutuhkan hidayah lain yang lebih khusus. Misalnya, seperti perjalanan yang harus dilakukan di waktu-waktu tertentu dan menghindari di waktu-waktu tertentu, dia harus mengambil perbekalan air di tempat ini dan itu dan dengan jumlah tertentu, juga beristirahat di tempat-tempat ini dan itu. Itulah yang dimaksud hidayah dalam penerapan satu amalan. Kerap kali orang yang mengenal suatu jalan tidak mengenal hal itu, akhirnya ia celaka dan tidak sampai pada tujuannya.

Ketujuh:
Seseorang juga membutuhkan hidayah dalam suatu amalan yang akan dilakukan, untuk masa-masa mendatang, sebagaimana petunjuk/hidayah yang telah ia peroleh di masa lampau.

Kedelapan:
kadang-kadang seseorang tidak memiliki keyakinan sama sekali pada suatu amalan, apakah itu benar atau salah. Ia membutuhkan hidayah untuk mengetahui kebenarannya.

Kesembilan:
Kadang seseorang yakin bahwa dirinya berada diatas jalan kebenaran, padahal ia dalam kesesatan sementara ia sendiri tidak merasa. Maka orang tersebut membutuhkan hidayah untuk beralih dari keyakinan yang salah itu dengan bimbingan Allah.

Kesepuluh:
Terkadang seseorang dapat melakukan sesuatu sesuai dengan petunjuk, namun ia membutuhkan hidayah untuk dapat membimbing orang lain menuju hidayah itu, mengarahkan dan menasehatinya. Apabila ia melalaikan hal itu, berarti ia telah kehilangan satu hidayah sebatas kelalaiannya.





Inspiration

4 07 2009

“No One Can Help You To Understand It Except Yourself. “

Oliver Goldsmith;
Our greatest glory consist not of never falling, but in rising every time we fall.
Napolean;
Courage is like love; it must have hope for nourishment.
Betty Reese;
If you thing you are too small to be effective, you have never been in bed with a
mosquito.
Claudia Black;
Trust in yourself. Your perceptions are often more accurate than you are willing to
believe.
Anais Nin;
Life shrinks and expands in proportion to one’s courage.
Louis Pasteur;
In the field of observation, chance favours the prepared mind.
Cicero;
Nobody can give you wiser advice than yourself.
Roosevelt, Eleanor;
Remember no one can make you feel inferior without your consent.
Lao-tzu;
The journey of a thousand leagues begins from beneath your feet.
Stoppard,Tom;
Every exit is an entry somewhere else.
Roosevelt, Eleanor;
You must do the things you think you cannot do.
Davis, Miles;
Do not fear mistakes – there are none.
Chesterton, G.K.;
One sees great things from the valley, only small things from the peak.
Vincent T. Lombardi;
The quality of a person’s life is in direct proportion to their commitment to excellence, regardless of their chosen field of endeavor.
Eleanor Roosevelt;
The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams.
Napoleon Hill;
Cherish your visions and your dreams as they are the children of your soul – the blueprints of your ultimate achievements.
J. Lubbock;
When we have done our best, we should wait for the result in peace.
Howard W. Newton;
People forget how fast you did a job but they remember how well you did it.
Vincent T. Lombardi;
The difference between a successful person and others is not a lack of strength, not lack of knowledge, but rather in a lack of will.
C.W. Ceran;
Genius is the ability to reduce the complicated to the simple.
Somerset Maugham;
It is a funny thing about life; if you refuse to accept anything but the best, you very often get it.
Ralph Waldo Emerson;
Unless you try to do something beyond what you have already mastered, you will never grow.
St. Francis De Sales;
Do not wish to be anything but what you are, and try to be that perfectly.
Tommy Lasorda;
The difference between the impossible and the possible lies in a person’s determination.
Franklin Roosevelt;
Happiness lies in the joy of achievement and the thrill of creative effort.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.